MAMASA – Dinamika birokrasi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kini tengah menjadi sorotan positif seiring dengan bergulirnya proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Salah satu kabar paling membanggakan muncul dari hasil seleksi untuk posisi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Mamasa.

Nama Tonglo, seorang putra daerah asal Paken, Desa Tonglo, berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menembus posisi tiga besar dalam bursa calon pimpinan instansi strategis tersebut.

Keberhasilan Tonglo bukan sekadar pencapaian personal, melainkan representasi dari bangkitnya potensi sumber daya manusia lokal yang siap bersaing secara intelektual dan profesional di level manajerial tertinggi pemerintahan daerah.

Seleksi terbuka ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mengedepankan prinsip meritokrasi, sebuah sistem yang memberikan penghargaan dan jabatan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan kompetitif.

Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa dalam menyelenggarakan seleksi terbuka ini mendapat sorotan dan apresiasi luas, tidak hanya dari warga lokal, tetapi juga dari tokoh-tokoh nasional asal daerah tersebut.

Salah satunya datang dari Nimbrod Rungga, seorang jurnalis senior yang kini menjabat sebagai Owner media nasional jurnaliswarga.id dan majalahNusantara.id. Nimbrod, yang juga memegang amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) Kabupaten Bogor serta Ketua DPC Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) Kabupaten Bogor, memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan positif di tanah kelahirannya.

“Sebagai putra daerah, saya merasa sangat bangga melihat proses demokrasi dan transparansi birokrasi yang sedang berjalan di Mamasa. Masuknya saudara Tonglo ke dalam tiga besar seleksi Kepala DPKPP adalah bukti nyata bahwa putra-putri terbaik dari wilayah pelosok seperti Paken memiliki kapasitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ini adalah kemenangan bagi sistem meritokrasi di daerah kita,” ujar Nimbrod Rungga dalam keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (19/2/26). 

Nimbrod menekankan bahwa keterbukaan informasi dan transparansi yang ditunjukkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) Pemkab Mamasa adalah langkah progresif menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Menurutnya, memberikan ruang seluas-luasnya bagi figur-figur kompeten untuk berkompetisi secara sehat akan menghasilkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat dan integritas tinggi.

Hal ini sangat krusial mengingat tantangan pembangunan di Kabupaten Mamasa, terutama di sektor perumahan dan pertanahan, memerlukan sentuhan tangan dingin dari sosok yang benar-benar memahami karakteristik wilayahnya.