Majalengka, - Memasuki hari Senin, seluruh pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa kembali menjalani aktivitas belajar setelah melewati masa libur panjang. Arus kembalinya peserta didik ke sekolah menjadi momentum penting untuk menata ulang semangat belajar, kedisiplinan, dan fokus dalam menuntut ilmu.

Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) menilai bahwa masa transisi setelah liburan merupakan periode rawan bagi sebagian pelajar, terutama terkait potensi terpapar pergaulan negatif. Salah satu ancaman terbesar yang mengintai generasi muda adalah obat-obatan terlarang, zat berbahaya yang dapat merusak fisik, mental, hingga masa depan seseorang.

Ketua PANI DPD Majalengka, Prayudi Hardi Siswanto, menegaskan bahwa edukasi mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya harus terus diperkuat.

“Kembalinya pelajar ke sekolah bukan hanya soal rutinitas belajar, tetapi juga momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan. Obat-obatan terlarang dapat menghancurkan masa depan generasi muda jika tidak dicegah sejak dini,” ujarnya.

Obat-obatan terlarang diketahui dapat menimbulkan ketergantungan, kerusakan organ vital, gangguan mental, perilaku kriminal, hingga kematian akibat overdosis. Oleh karena itu, PANI mengajak orang tua, guru, serta masyarakat untuk memperketat pengawasan, memberikan edukasi yang tepat, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

PANI berharap kolaborasi antara keluarga, sekolah, aparat daerah, dan komunitas dapat terus ditingkatkan. Upaya bersama menjadi kunci dalam melindungi pelajar dari ancaman narkoba serta memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan berkarakter. (Red)