JAKARTA — Kedatangan Menteri Sosial RI, atau yang akrab disapa Gus Ipul, ke Gedung Merah Putih KPK pada Jumat pagi (8/5/2026) menjadi sorotan publik. Kunjungan tersebut disebut berkaitan dengan upaya pencegahan dan kajian program di lingkungan Kementerian Sosial.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, mengatakan agenda pertemuan tersebut membahas aspek pencegahan dalam tata kelola program pemerintah.mengatakan agenda pertemuan tersebut membahas aspek pencegahan dalam tata kelola program pemerintah.

Namun, kunjungan itu langsung dikaitkan dengan polemik pengadaan sepatu program Sekolah Rakyat yang nilainya disebut mencapai Rp700 ribu per pasang.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai langkah Gus Ipul mendatangi KPK terkesan terlambat dan hanya untuk meredam kritik publik yang terus menguat.

“Kalau sekarang baru bicara pencegahan, ini aneh. Programnya sudah berjalan sejak 2025, anggarannya sudah cair, barang sudah dibagikan. Jadi mau mencegah apa lagi?” kata Uchok Sky dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan catatan CBA, pada 2025 pengadaan sepatu Sekolah Rakyat menghabiskan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk 16.005 pasang sepatu. Dengan demikian, rata-rata harga per pasang mencapai sekitar Rp500 ribu.

Sementara pada 2026, anggaran disebut melonjak menjadi Rp27,5 miliar untuk 39.345 pasang sepatu, atau rata-rata sekitar Rp700 ribu per pasang.

Uchok menilai lonjakan harga tersebut harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena dianggap tidak wajar untuk program bantuan sosial di bidang pendidikan.

“Kalau tahun 2025 saja proyeknya sudah selesai dan uang negara sudah keluar, maka sekarang bukan lagi soal pencegahan. Ini harus masuk tahap penelusuran dan penyelidikan,” ujarnya.