Jakarta,- Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mempertanyakan implementasi kebijakan penghapusan tantiem bagi direksi dan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.
Menurut Uchok, masih terdapat BUMN sektor perbankan yang tercatat mengalokasikan tantiem dalam jumlah besar kepada jajaran direksi dan komisaris.
“Pernyataan Presiden Prabowo dan Rosan Perkasa Roeslani soal penghapusan tantiem perlu dibuktikan implementasinya di lapangan. Sebab, masih ada BUMN perbankan yang tercatat memberikan tantiem kepada direksi dan komisaris,” kata Uchok Sky dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Solar TPA Cipayung Diduga Jadi “Ladang Basah”, CBA Desak Kejati Jabar Bongkar Kebocoran APBD
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menghapus tantiem bagi jajaran direksi dan komisaris BUMN. Kebijakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya pembenahan tata kelola perusahaan pelat merah.
Sementara itu, Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani juga menyebut kebijakan penghapusan tantiem telah mulai dijalankan. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen pada 19 Agustus 2025.
Namun, Uchok menilai implementasi kebijakan tersebut belum terlihat secara menyeluruh. Ia menyoroti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang menurutnya masih mengalokasikan tantiem bagi direksi dan komisaris.
Berdasarkan data yang disebut CBA dari laporan keuangan BRI tahun 2025, perusahaan tercatat memberikan tantiem kepada direksi sebesar Rp181 miliar dan tantiem kepada dewan komisaris sebesar Rp12,4 miliar.
“Angkanya sangat besar dan menjadi perhatian publik,” ujar Uchok.
Ia juga menyoroti kebijakan manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam pemberian tantiem yang dinilai belum sejalan dengan wacana efisiensi dan penghapusan tantiem di lingkungan BUMN.