JAKARTA – Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti proses tender pekerjaan Penyempurnaan Gedung Baru RSUD Pandega Pangandaran Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp9,7 miliar. CBA mengusulkan dilakukannya audit investigatif untuk memastikan seluruh tahapan pengadaan berlangsung sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan persaingan usaha yang sehat.

Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam proses lelang proyek yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.

Salah satu hal yang disoroti adalah adanya tiga perusahaan yang mengajukan nilai penawaran dengan nominal yang sama, yakni Rp7.763.167.600. Ketiga perusahaan tersebut adalah Jenssen Natama Abadi, CV Dezzyra Berkah Mulia, dan PT Tigadolok Cipta Karya.

“Nilai penawaran ketiga perusahaan tersebut identik hingga satuan rupiah dan berada pada kisaran 80 persen dari HPS. Kondisi ini perlu dicermati lebih lanjut untuk memastikan seluruh proses penyusunan penawaran dilakukan secara independen oleh masing-masing peserta,” ujar Jajang dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Menurut CBA, kesamaan nilai penawaran tersebut layak menjadi perhatian auditor sebagai bagian dari upaya memastikan kompetisi berlangsung secara wajar dan terbuka.

Selain itu, CBA juga mencermati hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa sejumlah peserta dengan penawaran terendah tidak lolos pada tahap evaluasi teknis. Salah satunya adalah PT Triglobalindo Berkat Utama yang mengajukan penawaran sebesar Rp7,66 miliar atau sekitar 79 persen dari HPS.

“Seluruh peserta dengan penawaran terendah pada akhirnya tidak melanjutkan ke tahap berikutnya karena tidak memenuhi persyaratan evaluasi teknis,” kata Jajang.

Berdasarkan dokumen yang ditelaah CBA, alasan ketidaklolosan peserta umumnya berkaitan dengan aspek analisis produktivitas, Kurva S, jadwal tenaga kerja, kebutuhan material, serta jadwal penggunaan peralatan.

CBA menilai aspek-aspek tersebut perlu ditelaah lebih lanjut untuk memastikan penerapan kriteria evaluasi dilakukan secara konsisten terhadap seluruh peserta.