Jakarta, Nuntium.id - Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti pelaksanaan tender Pembangunan Sarana dan Prasarana RSUD Panunggangan Barat Kota Tangerang Tahun Anggaran 2025 dengan nilai hampir Rp30 miliar yang bersumber dari APBD.

Berdasarkan penelusuran CBA, dari total 68 perusahaan yang tercatat sebagai peserta tender, hanya dua perusahaan yang dinyatakan lolos dan masuk ke tahap persaingan harga. Sementara itu, sebanyak 66 peserta lainnya dinyatakan gugur pada tahapan evaluasi.

TK Islam Fatmawati

CBA mencatat bahwa dalam dokumen pengadaan yang dapat diakses publik, tidak ditemukan penjelasan rinci mengenai alasan gugurnya puluhan peserta tersebut, baik dari aspek administrasi, teknis, maupun kualifikasi. Kondisi ini dinilai menimbulkan pertanyaan terkait penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dari sisi harga, dua peserta yang lolos tercatat mengajukan penawaran pada kisaran 92 hingga 93 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), dengan selisih harga yang relatif tipis. Menurut CBA, pola tersebut perlu dicermati karena tidak mencerminkan tingkat kompetisi harga yang optimal.

Atas dasar temuan tersebut, CBA mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap proses tender pembangunan RSUD Panunggangan Barat serta pembukaan dokumen evaluasi kepada publik guna memastikan proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan.

Center for Budget Analysis (CBA) menegaskan bahwa sorotan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol publik terhadap pengelolaan anggaran daerah. CBA berharap pemerintah daerah dan panitia pengadaan dapat memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Koordinator Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Tangerang maupun panitia pengadaan belum memberikan tanggapan resmi. (Luky)