Jakarta,- Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyelidikan terhadap proyek pengadaan komputer di Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), khususnya terkait pengadaan komputer PC AIO SR 1C dan komputer AIO yang dinilai memiliki kejanggalan harga.

Menurut Uchok, pada 2026 Kemensos menganggarkan proyek pengadaan komputer PC AIO SR 1C sebanyak 1.105 unit dengan total anggaran mencapai Rp13,7 miliar. Selain itu, terdapat proyek pengadaan komputer AIO sebanyak 300 unit dengan nilai anggaran sebesar Rp5,4 miliar.

“Dari data tersebut, rata-rata harga komputer PC AIO SR 1C sebesar Rp12.410.000 per unit, sedangkan harga komputer AIO mencapai Rp18.075.000 per unit,” kata Uchok dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

Ia menilai harga pengadaan komputer AIO tersebut terlalu mahal jika dibandingkan dengan harga pengadaan pada tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan CBA, pada 2025 harga rata-rata per unit komputer serupa hanya sekitar Rp15.700.000.

“Artinya, ada selisih harga sekitar Rp2,3 juta per unit. Ini yang harus diselidiki oleh KPK karena berpotensi menimbulkan kerugian negara,” ujarnya.

Uchok menegaskan, KPK perlu segera memanggil pihak Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial serta Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, guna memberikan penjelasan terkait proyek tersebut.

“CBA meminta KPK segera memanggil Sekretariat Jenderal Kemensos dan juga Menteri Sosial Gus Ipul agar publik mendapatkan kejelasan,” tegasnya.

Dalam catatan CBA, sepanjang 2026 Sekretariat Jenderal Kemensos juga tercatat melakukan sejumlah pengadaan komputer AIO dalam jumlah besar, antara lain:

1.Komputer AIO sebesar Rp84.905.600.000 untuk 5.408 unit