BOGOR — Dugaan penghalangan kerja jurnalistik oleh Lurah Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, menuai tanggapan dari DPRD Kabupaten Bogor. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB, Achmad Yaudin Sogir, menegaskan bahwa pejabat publik tidak boleh menutup diri terhadap masyarakat, termasuk media.
Pernyataan tersebut disampaikan Achmad Yaudin Sogir saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp, Senin (6/4/2026), menanggapi dugaan pemblokiran kontak jurnalis yang tengah melakukan konfirmasi.
Menurutnya, jabatan publik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk melayani seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Pejabat publik harus carre dengan semua masyarakat ,karena jabatan tersebut adalah amanah untuk melayani seluruh masyarakat,komisi 1 sebagai leading sektornya pengawasan aparatur pemerintah mengimbau kepada seluruh ASN tidak boleh alergi dengan masukan kritik dari masyarakat, kaena bagian dari kita,lakukan komunikasi yang humanis etis kerja yang baik sesuai ketentuan ,lakukan efisiensi,dan berikan jawaban saat masyarakat bertanya,jika benar katakan yang sebenarnya, jika salah minta saran dan masukan,maka antara aparat pemerintah dengan masyarakat harus sinergi,karena hakekat nya ASN adalah mengadministrasikan rakyat,agar tertata baik dan terakomodir,” ujar Achmad Yaudin Sogir.
Ia menegaskan, Komisi I sebagai leading sector dalam pengawasan aparatur pemerintahan mengingatkan seluruh ASN agar tidak alergi terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Kritik, menurutnya, merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik.
Achmad Yaudin Sogir juga menekankan pentingnya komunikasi yang humanis dan etis antara aparatur pemerintah dengan masyarakat. Selain itu, setiap pertanyaan dari masyarakat, termasuk dari media, harus dijawab secara terbuka dan sesuai fakta.
“Jika benar, katakan yang sebenarnya. Jika salah, minta saran dan masukan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai sinergi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang optimal.
Sebelumnya, Lurah Nanggewer Mekar diduga memblokir nomor wartawan saat dimintai konfirmasi terkait temuan kandang ternak yang menjadi sorotan publik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak lurah terkait dugaan tersebut.

