Bogor – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Cabang Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Bogor, pada pukul 14.00 WIB. Aksi tersebut diikuti sekitar 100 massa aksi dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (21/5/26).
Dalam aksi tersebut, massa membawa tema “Reformasi Kabupaten Bogor” dengan sejumlah tagar, di antaranya #BogorGelap, #BogorMelawan, dan #ReformasiAtauGagal.
Koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan kritik keras terhadap kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Bupati Bogor tidak becus dalam memimpin pemerintah,” ujar koordinator aksi dalam orasinya di depan massa demonstran.
Selain itu, massa aksi juga meminta Bupati Bogor dan anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk hadir langsung menemui demonstran guna mendengarkan tuntutan yang disampaikan.
“Kami meminta Bupati dan anggota dewan hadir di tengah aksi ini untuk mendengar langsung jeritan masyarakat Kabupaten Bogor,” kata koordinator aksi.
PMII menyoroti berbagai persoalan yang dinilai menjadi cerminan buruknya tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bogor. Mereka menilai sektor pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga konflik agraria saat ini tengah mengalami krisis serius.
Dalam tuntutannya, massa aksi menyoroti persoalan penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Bogor Barat yang disebut minim dan membahayakan masyarakat. Mereka juga menyinggung persoalan layanan kesehatan, mulai dari dugaan pungutan liar di rumah sakit daerah hingga keluhan buruknya pelayanan puskesmas.
Selain itu, PMII turut menyoroti kebijakan penonaktifan peserta BPJS PBI yang disebut berdampak terhadap masyarakat kecil karena kehilangan akses layanan kesehatan.