Bogor, Nuntium.id – Pemerintah Kabupaten Bogor tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa dalam penanganan bencana pergeseran tanah di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur. Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan bahwa langkah rekonstruksi maupun relokasi akan didasarkan pada hasil kajian geologi yang komprehensif.
Sebanyak 60 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan 38 kepala keluarga mengalami kerusakan rumah kategori berat. Sementara sebagian lainnya berada di wilayah dengan kondisi tanah yang masih bergerak, meskipun bangunannya belum rusak.
Menurut Rudy, tim geologi akan segera diterjunkan untuk meneliti tingkat kelabilan tanah serta penyebab terjadinya pergeseran, apakah murni faktor karakter alami tanah atau dipicu faktor lain.
“Hasil kajian geologi ini akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah lanjutan, apakah rumah warga bisa diperbaiki di lokasi semula atau perlu dilakukan relokasi,” ujarnya.
Apabila hasil kajian menyatakan suatu wilayah tidak lagi layak huni, pemerintah daerah akan menempuh kebijakan relokasi melalui musyawarah bersama tokoh masyarakat dan warga. Rudy menegaskan tidak akan ada keputusan sepihak dalam proses tersebut.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Bogor mulai menginventarisasi lahan milik pemerintah daerah di sekitar lokasi yang berpotensi menjadi opsi relokasi.
Sambil menunggu hasil kajian teknis, bantuan sewa rumah sementara tetap diberikan agar warga dapat tinggal di tempat yang aman, tanpa harus kembali ke zona rawan. (Lky)
