Bogor, Nuntium.id - Kabupaten Bogor menyandang gelar yang tak patut dibanggakan: daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik yang disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait dalam Raker Komisi V DPR RI, pertengahan November 2025.
Namun pada saat yang sama, miliaran rupiah digelontorkan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk penyelenggaraan sejumlah event hiburan pada 2025.
Penelusuran media ini dari dokumen e-katalog menemukan setidaknya empat kegiatan dengan nilai total sekitar Rp6,4 miliar, di antaranya Festival Mobil Kuno dan Antik, Bogor Bike Festival, Racing Adventure, hingga pentas seni.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Jenderal Prabowo Subianto, terus menyerukan agar pemerintah daerah, provinsi, kota, hingga kabupaten melakukan penghematan anggaran, memastikan uang rakyat tidak dihambur-hamburkan.
Pemerintah daerah diharapkan menyelaraskan langkah dengan arahan pemerintah pusat demi efisiensi belanja dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau manfaatnya tak dirasakan masyarakat, ini keputusan anggaran yang keliru,” kata Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Dr. Trubus Rahadiansyah, dalam wawancara telepon, Selasa, 3 Desember 2025.
Ia menilai kegiatan event salah satunya festival mobil antik tidak menyentuh rakyat kecil.
“Itu hanya dapat dinikmati kalangan menengah ke atas. Rakyat bawah tidak mendapat apa-apa,” ujarnya.
Menurut Trubus, alokasi belanja harus mengarah pada perbaikan jalan, irigasi, sekolah, dan pelayanan dasar lainnya.

