Bogor, Nuntium.id – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menggerakkan strategi besar ketahanan pangan dan penghijauan melalui operasional Pasar Petani Garuda. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meninjau langsung kegiatan tersebut yang dirangkaikan dengan festival buah oleh Distanhorbun, Jumat (30/1/2026).
Pasar ini menjadi bagian dari skema jangka panjang membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Meski pembangunannya baru 50 persen, pasar sudah difungsikan sebagai pusat promosi dan distribusi hasil tani lokal.
Tak berhenti di pasar, Pemkab Bogor menyiapkan kebijakan pembangunan desa sentra buah di 416 desa dan 19 kelurahan. Program tersebut akan dilengkapi stimulus dan perlombaan untuk mendorong setiap desa memiliki ketahanan pangan serta komoditas unggulan masing-masing.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah untuk kepentingan masyarakat, termasuk pembangunan dan revitalisasi hutan kota. Kebijakan ini dinilai berdampak langsung pada pengurangan risiko banjir di sejumlah wilayah.
Di Pasar Petani Garuda sendiri, 71 lapak telah beroperasi dari target 150 lapak. Produk yang ditawarkan beragam, termasuk varietas alpukat Kabupaten Bogor yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian dan akan disalurkan pula sebagai bibit gratis kepada masyarakat.
Ke depan, seluruh kebutuhan bibit untuk taman dan ruang terbuka hijau akan diprioritaskan dari petani lokal. Strategi ini diharapkan menciptakan siklus ekonomi yang saling menguatkan: petani tumbuh, desa mandiri, lingkungan terjaga.
Bogor tidak hanya bicara produksi. Bogor mulai membangun kedaulatan pangan dari desa, dan pasar ini menjadi titik awalnya. (Lky)
