JAKARTA — Sorotan tajam mengarah ke anggaran penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 yang mencapai Rp30,7 miliar. Nilai fantastis itu dinilai janggal dan memunculkan dugaan adanya pemborosan hingga potensi permainan anggaran dalam proyek kegiatan kebangsaan tersebut.
Kritik keras itu disampaikan Center for Budget Analysis menyusul polemik penilaian pada Final LCC Empat Pilar 2026 di Kalimantan Barat yang sempat memicu permintaan maaf dari Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Namun bagi CBA, permintaan maaf semata tidak cukup menjawab persoalan yang lebih besar, yakni dugaan ketidakwajaran dalam pengelolaan anggaran kegiatan tersebut.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, mendesak pimpinan MPR RI membuka secara transparan rincian penggunaan anggaran kepada publik. Ia menilai besarnya anggaran LCC sangat melukai rasa keadilan masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan rakyat.
“Bukan hanya minta maaf, pimpinan MPR harus menjelaskan kenapa anggaran LCC berubah menjadi proyek raksasa. Anggarannya bikin melongo, totalnya tembus Rp30,7 miliar. Ya, Anda tidak salah baca, tiga puluh miliar lebih hanya untuk satu lomba pengetahuan,” kata Uchok Sky Khadafi dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
CBA kemudian membeberkan sejumlah pos anggaran yang dinilai tidak rasional.
Pada pos penyusunan metode dan soal, misalnya, dialokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Uchok mempertanyakan urgensi biaya sebesar itu untuk materi yang disebut hanya berkutat pada pemahaman Empat Pilar Kebangsaan yang umum diajarkan di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, biaya grand final tercatat mencapai Rp3,5 miliar. Angka tersebut dinilai terlalu besar untuk sebuah ajang lomba pelajar.
“Apakah panggungnya dilapisi emas atau pesertanya diberi makan masakan koki bintang lima selama sebulan? Angka ini sangat tidak masuk akal,” sindirnya.