Jakarta, - Direktur Eksekutif Uchok Sky Khadafi melontarkan kritik keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi karena hingga kini belum memeriksa Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama dalam dugaan kasus suap yang menyeret perusahaan kargo Blueray Cargo.
Menurut Uchok, langkah KPK yang belum menyentuh pemeriksaan terhadap Djaka menimbulkan tanda tanya besar di tengah fakta persidangan yang telah mengungkap adanya pertemuan antara pejabat Bea Cukai dan pihak pengusaha.
“KPK jangan terlihat penakut. Kalau memang nama Dirjen Bea Cukai muncul dalam fakta persidangan, ya harus diperiksa untuk membuat terang perkara,” kata Uchok dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Uchok menilai publik membutuhkan keseriusan KPK untuk membongkar dugaan praktik suap dan permainan impor yang selama ini dinilai merugikan negara. Ia menegaskan, penegakan hukum jangan hanya berhenti pada level pelaksana, sementara pejabat tinggi yang namanya disebut dalam persidangan justru tidak disentuh.
Kasus tersebut mencuat setelah jaksa KPK dalam persidangan mengungkap adanya pertemuan di Hotel Borobudur Jakarta pada Juli 2025. Pertemuan itu disebut dihadiri Djaka Budi Utama bersama sejumlah pejabat Bea Cukai, yakni Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan Sianipar, serta pihak pengusaha kargo Blueray Cargo, John Field.
Dalam persidangan disebutkan, pertemuan tersebut diduga berkaitan dengan upaya memuluskan proses importasi barang milik perusahaan tertentu, termasuk menghindari jalur merah pemeriksaan dan mempercepat pengeluaran barang dari pelabuhan.
Uchok menegaskan, fakta persidangan itu seharusnya menjadi pintu masuk bagi KPK untuk melakukan pendalaman terhadap seluruh pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut.
“Kalau memang ada dugaan pertemuan untuk mengatur jalur impor supaya tidak masuk pemeriksaan ketat, ini sangat serius. Potensi kerugian negara besar dan bisa merusak sistem pengawasan kepabeanan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki peran strategis dalam pengawasan arus barang impor serta penerimaan negara. Karena itu, dugaan permainan dalam proses importasi harus diusut tuntas tanpa pandang bulu.