Bogor, Nuntium.id - Prabowo Subianto memberi penekanan keras kepada seluruh kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center, Babakan Madang, Senin (2/2).

Dalam forum bertema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” itu, Presiden menegaskan bahwa kepala daerah harus memahami peran sebagai pelayan rakyat dan tidak terjebak dalam kepentingan politik sempit.

“Karena itu, adanya kita adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat kita,” tegas Prabowo.

TK Islam Fatmawati

Rakornas diikuti sekitar 4.011 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan kementerian/lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta Forkopimda seluruh Indonesia. Turut hadir Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri, serta jajaran Kabinet Merah Putih.

Presiden secara khusus menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas utama. Ia menilai kemandirian pangan adalah syarat mutlak bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

“Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, kita harus jamin produksi pangan. Swasembada pangan itu tidak ada alternatif,” ujarnya.


Tak hanya pangan, Presiden juga meminta daerah mempercepat swasembada energi, hilirisasi industri, serta penguatan koperasi desa. Isu lingkungan turut menjadi sorotan serius. Pemerintah pusat, kata dia, tengah merancang 34 proyek waste to energy, dan daerah diminta bergerak cepat menuntaskan persoalan sampah.

“Kita sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan pemerintah daerah harus bekerja untuk seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang politik. “Kalah menang biasa, yang penting kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat,” tegasnya.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang hadir bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor, menyatakan kesiapan daerahnya mendukung program prioritas nasional.