Bogor, Nuntium.id — Sebuah gudang berpagar biru yang bersebelahan langsung dengan Pasar Tohaga Kemang, Kabupaten Bogor, diduga menjadi pusat overtab (penampungan dan pengoplosan) BBM subsidi jenis solar.
Pantauan media menemukan fakta mengejutkan, aktivitas ilegal ini sudah berlangsung lama, berjalan terang-terangan di lokasi strategis, namun tak tersentuh aparat penegak hukum (APH).
Dari informasi yang dihimpun media, nama Kasdi disebut sebagai koordinator lapangan dari pihak pengusaha. Kasdi disebut-sebut pensiunan anggota Polri yang diduga memiliki pengaruh kuat sehingga aktivitas di gudang ini terkesan kebal hukum.
Investigasi lapangan menemukan, mobil-mobil tangki biru putih dengan kapasitas 8 hingga 10 ton kerap keluar dari gudang tersebut pada sore hari, menuju wilayah ATS Semplak, Bogor.
Lebih jauh lagi, dari penelusuran jaringan distribusi, solar subsidi yang ditimbun di gudang ini diduga dialirkan ke dua titik utama:
1.Wilayah Sukabumi
2.Pelabuhan Karangsong, Indramayu
Di Karangsong, solar ini disebut dipasok untuk armada kapal dan industri perikanan, dengan harga jauh di atas ketentuan subsidi.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryadi, mengecam keras praktik penyelewengan solar subsidi ini. Menurutnya, mafia BBM subsidi semakin nekat karena lemahnya pengawasan dari pemerintah dan aparat.

