BOGOR – Proses lelang proyek Revitalisasi Terminal Bubulak Tahap II senilai Rp6,3 miliar mulai disorot. DPD KNPI Kota Bogor mengingatkan agar tender pembangunan fasilitas publik itu tidak berubah menjadi ajang “bagi-bagi proyek” melalui praktik kongkalikong dan pengaturan pemenang.
Sorotan tersebut disampaikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor melalui Wakil Ketua Bidang Perhubungan, M Ihsan Arrofie, menyusul dimulainya tahapan pengadaan proyek pembangunan Gedung Kantor Terminal Bubulak Tahap II.
Berdasarkan data pengadaan, proyek tersebut memiliki nilai pagu sebesar Rp6.334.776.565 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp6.330.453.252 yang bersumber dari anggaran pemerintah.
Ihsan menegaskan, meski nilai proyek tidak mencapai puluhan miliar rupiah, anggaran sebesar Rp6,3 miliar tetap merupakan uang rakyat yang wajib dijaga integritas, transparansi, dan kualitas penggunaannya.
“Kami dari KNPI Kota Bogor menaruh perhatian terhadap dimulainya proses lelang Revitalisasi Terminal Bubulak Tahap II. Nilainya mencapai Rp6,3 miliar, tentu ini bukan angka kecil karena bersumber dari uang rakyat. Kami mengingatkan sejak awal agar proses lelang berjalan transparan, profesional, dan jangan sampai ada praktik main mata ataupun kongkalikong dengan pihak tertentu,” tegas Ihsan, Selasa (12/5/2026).