CIBINONG, Nuntium.id — Markas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor di Cibinong terlihat berbeda dari biasanya pada Senin (6/10/2025). Deru sirene yang lazimnya menjadi isyarat bahaya, justru menggema sebagai tanda kegembiraan. Hari itu, Damkar Kabupaten Bogor membuka pintu lebar-lebar bagi para siswa berkebutuhan khusus dari SLB Mekarsari 1 Cibinong dalam rangka memperingati Hari Cerebral Palsy Sedunia.

Kegiatan ini menjadi momen penuh makna yang menggabungkan edukasi keselamatan kebakaran, permainan interaktif, dan interaksi sosial yang menghangatkan hati. Sejak pagi, para petugas Damkar menyambut tamu istimewa tersebut dengan senyum ramah dan semangat menggebu. Anak-anak diajak mengenal armada dan peralatan pemadam. Mereka mencoba helm, jaket pelindung, hingga menyaksikan bagaimana petugas bersiap saat menerima panggilan darurat.

TK Islam Fatmawati

Pada awal kegiatan, beberapa anak tampak masih malu-malu. Namun suasana mencair ketika simulasi keselamatan dimulai. Tawa dan sorak ceria terdengar saat para siswa berani mempraktikkan langkah penyelamatan diri.

“Mereka bukan hanya belajar tentang api, tapi juga tentang percaya pada diri sendiri,” ujar salah seorang petugas yang mendampingi.

Puncak acara datang dalam bentuk penampilan spesial dari para siswa SLB. Dengan penuh usaha dan semangat, mereka menyuguhkan tarian dan nyanyian yang membuat ruangan mendadak hangat oleh rasa haru. Para petugas berdiri memberikan tepuk tangan meriah, sebagai apresiasi atas perjuangan luar biasa yang terpancar dalam setiap gerakan dan nada.

Perwakilan Damkar Kabupaten Bogor dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk komitmen pihaknya dalam mendukung inklusivitas.

“Setiap anak memiliki kemampuan dan keberanian yang patut dirayakan. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka juga pahlawan, dengan perjuangannya masing-masing,” ujarnya.

Melalui peringatan ini, Damkar Kabupaten Bogor ingin menunjukkan bahwa keberanian bukan hanya milik mereka yang menghadapi kobaran api. Keberanian juga ada pada anak-anak yang setiap hari berjuang melawan keterbatasan, namun tetap melangkah dengan senyum.

Menjelang sore, dengan wajah berseri dan hati berbunga, para siswa meninggalkan markas Damkar sambil melambaikan tangan kepada petugas. Dan bagi Damkar Kabupaten Bogor, hari itu menjadi pengingat manis: memadamkan api hanyalah satu bentuk keberanian, kadang, tindakan paling heroik justru lewat usaha menyalakan harapan di dalam hati sesama.