Jakarta – Kegiatan lomba baris-berbaris dan pengibaran bendera yang selama ini identik dengan aktivitas pelajar kini menjadi sorotan. Pasalnya, anggaran kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR berupa Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera disebut mengalami lonjakan signifikan hingga miliaran rupiah.

Koordinator Center for Budget Analysis, Jajang Nurjaman, mempertanyakan kenaikan anggaran proyek tersebut yang dinilai tidak wajar.

“Pada tahun 2026, proyek Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera dijadikan satu proyek besar. Sedangkan pada tahun 2025 dipecah menjadi 14 proyek,” ujar Jajang dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Menurut dia, total anggaran kegiatan tersebut pada 2025 hanya sekitar Rp1,1 miliar. Namun, pada 2026 nilainya melonjak menjadi Rp3,1 miliar.

“Jadi, dari tahun 2025 ke tahun 2026 ada peningkatan anggaran yang luar biasa fantastis mencapai Rp1,9 miliar. Cukup lumayan untuk membuat barisan tegak dan bendera berkibar dengan gagah,” sindirnya.

Jajang menilai kegiatan tersebut berpotensi menjadi “lahan basah” anggaran apabila tidak diawasi secara serius. Karena itu, CBA meminta Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, serta Sekretaris Jenderal MPR, Siti Fauziah, memberikan penjelasan secara terbuka terkait penggunaan anggaran tersebut.

Ia bahkan melontarkan usulan bernada satir agar peserta lomba baris-berbaris dan pengibaran bendera tidak lagi berasal dari kalangan pelajar, melainkan anggota MPR dan DPD.

“Karena ternyata kegiatan ini sekarang sudah jadi proyek kelas kakap. Jadi sekalian saja anggota MPR dan DPD yang ikut lomba,” katanya.

Menurut Jajang, belum tentu para anggota dewan mampu melakukan baris-berbaris dengan disiplin dan formasi yang baik.