CIBINONG, Nuntium.id — Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat kesiapsiagaan warganya dalam menghadapi ancaman kebakaran yang kian kompleks. Berbekal komando langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor resmi membentuk Relawan Pemadam Kebakaran di seluruh desa dan kelurahan.

Program strategis ini dimulai pada Selasa (4/11/2025) melalui kegiatan Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran Tingkat Kelurahan/Desa Tahun 2025, yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 364.1-306 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran.

TK Islam Fatmawati

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali pemahaman mendasar mengenai tugas relawan, teknik penanganan awal kebakaran, hingga langkah penyelamatan yang dapat dilakukan masyarakat ketika bahaya api mengancam. Bukan sekadar hadir, para perwakilan desa dan kelurahan tampak antusias menyerap pengetahuan yang kelak berguna sebagai tameng pertama bagi lingkungan tempat mereka tinggal.

Upaya ini berlanjut pada Selasa (19/11/2025) melalui Rapat Evaluasi dan Penyerahan Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah tentang pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran di masing-masing wilayah. Penyerahan SK ini menandai terbentuknya pasukan siaga berbasis masyarakat yang kini resmi berperan aktif dalam menjaga keamanan dan keselamatan warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menegaskan bahwa proses pembinaan tidak berhenti pada pengukuhan relawan.

“Kami akan terus mendampingi para relawan melalui pelatihan rutin, simulasi, hingga peningkatan keterampilan penggunaan alat pemadam. Mereka adalah garda awal penyelamatan, jadi harus selalu siap siaga,” ujarnya.

Sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan warga menjadi kunci utama. Dengan keterlibatan masyarakat, penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat sebelum api berubah menjadi petaka yang lebih besar.

Keberadaan relawan hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi langkah visioner Kabupaten Bogor membangun lingkungan yang semakin tangguh, berdaya, dan sadar risiko kebakaran. Harapannya sederhana namun mulia: keselamatan warga bukan lagi bergantung sepenuhnya pada mobil pemadam yang melaju dari kejauhan, tetapi juga lahir dari kekuatan gotong royong masyarakat itu sendiri.

Karena menjaga kampung dari api, pada akhirnya, adalah bentuk kecintaan paling nyata kepada tempat tinggal dan masa depan.