Jakarta, Nuntium.id - Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tangerang kembali menjadi perhatian publik setelah pola pengadaan perangkat teknologi dalam tiga tahun terakhir tercatat berlangsung secara berulang dengan nilai anggaran yang meningkat setiap tahun. Center for Budget Analysis (CBA) menilai pola tersebut tidak lazim dan perlu ditelusuri lebih jauh.

Data yang dihimpun CBA menunjukkan bahwa pada Desember 2023, Setda Kota Tangerang mengalokasikan anggaran sebesar Rp132 juta untuk pengadaan tablet Android. Setahun berikutnya, pada November 2024, terdapat dua pengadaan laptop atau komputer. Pengadaan pertama senilai Rp112 juta, sementara pengadaan kedua melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) mencapai Rp273,6 juta untuk 16 unit laptop.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, mengatakan bahwa belanja perangkat tahun 2025 kembali mengalami lonjakan signifikan. Menurutnya, Setda Kota Tangerang pada tahun anggaran berjalan menggelontorkan biaya hingga Rp560.057.200 untuk pengadaan laptop.

“Pembelian perangkat setiap tahun mengundang pertanyaan publik. Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat Kota Tangerang dan perlu dijelaskan secara terbuka,” ujar Uchok Sky, Selasa (18/11/2025).

Melihat pola anggaran yang dinilai berulang dan tidak wajar tersebut, CBA mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan penyelidikan. Uchok meminta agar auditor negara dilibatkan guna menelusuri penerima perangkat, memeriksa potensi mark up, serta memastikan barang yang dibeli benar-benar ada dan sesuai spesifikasi.

“Kejagung perlu menggandeng auditor negara untuk memverifikasi penerima laptop, menelusuri adanya indikasi mark up, dan memastikan pengadaan perangkat benar-benar riil, bukan fiktif,” tutup Uchok Sky. (Lky)