BOGOR, - Pemerintah Kabupaten Bogor kembali mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk pembangunan fasilitas publik di kawasan pusat pemerintahan. Berdasarkan dokumen tender yang tayang pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), paket pekerjaan Pembangunan Creative Hub – Siliwangi Center memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp29.474.716.600 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Dalam dokumen tersebut, paket pekerjaan tercatat berada pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor.

Berdasarkan informasi LPSE Kabupaten Bogor per 2 Juni 2026, paket pekerjaan tersebut masih berada dalam proses tender pada tahap Pengumuman pasca kualifikasi. Tahapan pengadaan masih berlangsung dan pemenang lelang belum ditetapkan. Karena itu, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyoroti pelaksanaan proyek maupun penyedia jasa tertentu, melainkan mengangkat diskusi publik mengenai prioritas penggunaan anggaran daerah.

Pembangunan fasilitas yang bertujuan mendorong kreativitas, inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan ekonomi kreatif tentu merupakan langkah yang patut diapresiasi. Kehadiran ruang kolaborasi bagi generasi muda dan pelaku usaha kreatif dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif di masa depan.

Namun, di balik rencana pembangunan tersebut, muncul pertanyaan yang layak didiskusikan secara terbuka oleh publik. Di tengah masih banyaknya kebutuhan infrastruktur dasar yang belum sepenuhnya tertangani, seberapa penting dan mendesak pembangunan Creative Hub dengan anggaran mencapai Rp29,4 miliar tersebut?

Pertanyaan ini menjadi relevan mengingat masih terdapat berbagai persoalan infrastruktur yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Jalan yang rusak, jembatan yang membutuhkan perbaikan, hingga bangunan sekolah yang memerlukan rehabilitasi masih menjadi persoalan yang kerap disampaikan warga, khususnya di wilayah pinggiran dan pelosok.

Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan, infrastruktur dasar bukan sekadar fasilitas pendukung. Jalan yang layak menentukan kelancaran aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Jembatan yang aman menjadi penghubung vital antarwilayah. Sementara sekolah yang memadai merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam konteks tersebut, publik tentu berhak mengetahui alasan dan dasar pertimbangan yang menjadikan Pembangunan Creative Hub – Siliwangi Center sebagai salah satu proyek bernilai besar pada tahun anggaran mendatang. Pemerintah daerah perlu menjelaskan secara terbuka mengenai urgensi, target, serta indikator keberhasilan proyek tersebut agar masyarakat dapat memahami manfaat yang ingin dicapai.

Tidak kalah penting, pertanyaan mengenai siapa yang akan menerima manfaat terbesar dari pembangunan Creative Hub juga perlu dijawab. Apakah manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat kecil di pelosok Kabupaten Bogor? Ataukah manfaat tersebut lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat yang memiliki akses lebih dekat ke pusat pemerintahan dan pusat kegiatan ekonomi?

Sebagai proyek yang dibiayai dari APBD, masyarakat tentu berharap setiap anggaran yang dikeluarkan mampu memberikan dampak yang nyata dan terukur. Semakin besar nilai anggaran yang dialokasikan, semakin besar pula harapan publik terhadap manfaat yang dihasilkan.