Jakarta, Nuntium.id – Dugaan korupsi dalam pengadaan laptop dan pembangunan jaringan di Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki tahap penelusuran oleh aparat berwenang. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan Agung RI disebut mulai melakukan pendalaman terkait proyek tersebut.
Informasi yang diperoleh dari internal BGN dan diterima oleh Sekretariat Nasional PPWI menyebutkan adanya potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Temuan ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui proses audit dan penyelidikan resmi.
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan tersebut.
“Ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus. Penuntasan kasus ini harus segera dilakukan agar uang negara yang diperuntukkan bagi generasi penerus bangsa tidak sia-sia,” ujar Wilson, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, proses hukum yang transparan dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai peruntukannya.
Sementara itu, beredar pula informasi dari internal yang menyebut adanya dugaan permasalahan dalam pelaksanaan program di lingkungan BGN. Namun, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak berwenang.
Sejumlah pihak juga menyampaikan harapan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja pimpinan BGN, termasuk Kepala BGN Dadan Hindayana dan jajaran terkait. Evaluasi tersebut dinilai penting guna memastikan program berjalan efektif dan akuntabel.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN maupun pihak terkait lainnya mengenai perkembangan dugaan kasus tersebut. Proses audit dan penyelidikan masih berlangsung. (Lky)

